Archive for the ‘Dhuha Coffee’ Category

Dhuha Coffee (bag.5)

Friday, July 10th, 2009

Pertanyaan dari 08562160xxxx:
Assalamualaikum w.w, ustadz.. Apakah memang sunatullahNya harus begini ya.. Ketika kita coba memperbaiki diri, kita harus mengalami situasi ‘drop’ dalam arti kekurangan harta.. Padahal kita tentu maunya meningkat.. Saya rabu kemarin genap 40 hari dhuha ustadz.. dengan zikir ‘ya fattahu ya rozzaqu’ yang ustadz ajarkan..
Baca Selengkapnya

Dhuha Coffee (bag.4)

Thursday, July 9th, 2009

“Shalat dhuha itu sing ikhlas. Jangan karena pengen kaya, jangan karena pengen pintu rizki dibuka. Jangan karena pengen banyak duit,” begitu kita dengar dari orang-orang yang kepengen memurnikan ibadah agar semata ikhlas karena Allah.
Baca Selengkapnya

Dhuha Coffee (bag.3)

Thursday, July 9th, 2009

box_tanya 0815113xxxxxx:
Ass ust. Yusuf yth, Dengan ini saya pribadi, keluarga dan jama’ah mengundang ustadz utk hadir pd acara tahlil hari ke-7 meninggalnya anak saya, alm. “AZ” (26 th) karena sakit infeksi selaput otaknya. Insya Allah acara pada hari minggu malam senin, 15 Feb 2009 ba’da isya. Sungguh akan menjadi pelipur duka hati dan penghormatan luar biasa bagi keluarga kami bila ustadz benar-benar berkenan hadir. Demikian ustadz, lebih dan kurangnya mohon ma’af. Wass, H. “A. ZA”, Permata Hijau, Jaksel.
Baca Selengkapnya

Dhuha Coffee (bag.2)

Tuesday, June 30th, 2009

Ini dari salah satu pengunjung web. Luar biasa. Saya bersyukur bila mulai jadi perenungan. Yang penting tidak jadi kegelisahan, sebab Allah mah betul-betul Maha Pengampun. Apa yang saya tulis, mudah-mudahan membuat kita-kita menjadi orang yang mulai menaruh perhatian terhadap urusan-urusan ibadah.
Selama ini kita hanya perhatian sama urusan-urusan kita saja, termasuk urusan-urusan dunia kita. Tapi terhadap urusan-urusan Allah, hak-hak Allah, kita biasa-biasa saja. Tidak ada perhatiannya melainkan sedikit. Berikut komen salah satu jamaah. Saya bangga:

Baca Selengkapnya

Dhuha Coffee (bag. 1)

Sunday, June 21st, 2009

Setiap hari kita hutang dua rakaat Dhuha sama Allah. Hutang sebab kita makai badan & karunia-karunia pemberian Allah. Kalaulah bayarnya pakai uang, niscaya tidak akan ada yang bisa bayar.
Itulah sebab Allah meminta kita shalat dua rakaat sebagai “bayaran” atas segala karunia-Nya kepada kita, dan tiadalah tercatat kita berhutang pada-Nya.
Itulah sebab juga mengapa ada karyawan yang hilang tabungan setelah ia bekerja setahun penuh. Atau sebab mengapa seorang pengusaha hilang penghasilannya selama satu tahun penuh.
Baca Selengkapnya